
Bagikan produk ini :
Susu Bubuk
- Asal
- : China
- Nomor CAS
- : 93605-22-6
- Kode HS
- : 0402.29.90
Info Dasar
- Keadaan Fisik
- : Padat
- Penampilan/Warna
- : White to cream powder
- Bau
- : Mild dairy
- Rasa
- : Mild, sweet
- Kandungan Kelembaban (%)
- : <4%
- pH
- : 6.5-7.0
- Sinonim & Nama Dagang
- : Skim milk powder; Whole milk powder; Dried milk
- Jumlah Plat Total (TPC)
- : <50,000 CFU/g
- Ragi & Jamur
- : <500 CFU/g
- E. Coli
- : <10 CFU/g
- Bakteri Koliform
- : <10 CFU/g
- Salmonella
- : Negative/25g
- Umur simpan
- : 12 months
- Ukuran Kemasan
- : 25 kg
- Jenis Kemasan
- : Laminated paper bag / tin
- Kondisi Penyimpanan
- : Cool, dry, dark; sealed
- Sertifikasi Halal
- : Available
- Sertifikasi Kosher
- : Available
- ISO/HACCP
- : Yes
- Kelas Makanan/Status Peraturan
- : Food/Feed grade
- Protein Mentah (%, min)
- : 34% min (SMP)
- Ekstrak Lemak Kasar/Eter (%, maks)
- : 1.5% max (SMP)
- Kandungan Abu - Pakan (%, maks)
- : 8.5% max (SMP)
- Kandungan Kalsium, Ca (%)
- : 1.3%
- Kandungan Fosfor, P (%)
- : 1.0%
- Kepadatan Massal
- : ~0.55 g/cm³
- Pengobatan Antioksidan
- : None
- Deklarasi Kepatuhan TSE/BSE
- : Compliant (heat processed)
- Deklarasi Spesies Asal
- : Bovine
- Aflatoksin B1
- : <0.05 ppb
- Logam Berat - Pakan (As, Pb, Hg, Cd)
- : Compliant
- Dioksin & PCB (pg WHO-TEQ/g lemak)
- : Not applicable
Kategori
Bagikan produk ini :
Ikhtisar Singkat
Susu bubuk diperoleh dengan dehidrasi susu. Dehidrasi susu dilakukan untuk meningkatkan umur simpan susu tanpa menggunakan kulkas. Beberapa jenis susu bubuk didasarkan pada persyaratan, seperti susu utuh, skim, dan buttermilk. Susu bubuk banyak digunakan di seluruh dunia untuk berbagai aplikasi mereka. Dari formula bayi hingga makanan penutup, susu bubuk telah menemukan jalan mereka untuk menjadi salah satu pemain pasar paling terkemuka di dunia. Selain industri makanan, susu bubuk banyak digunakan di bidang bioteknologi dan juga untuk tujuan penelitian.
Proses Manufaktur
Langkah pertama adalah pemisahan dan standardisasi. Susu mentah dari pabrik susu dipasteurisasi dan dipisahkan menjadi susu skim dan krim menggunakan pemisah krim sentrifugal. Harus dipastikan bahwa ada 26 - 30% lemak dalam susu bubuk. Langkah ini diikuti dengan pemanasan awal, di mana susu dipanaskan hingga 75 — 120 °C. Susu ditahan pada suhu ini selama beberapa menit. Susu dipanaskan terlebih dahulu untuk mengontrol denaturasi protein whey dalam susu, menghancurkan bakteri, menonaktifkan enzim, menghasilkan antioksidan alami, dan memberikan stabilitas panas. Langkah selanjutnya adalah penguapan. Dalam evaporator, susu yang dipanaskan sebelumnya dipekatkan secara bertahap dari sekitar 9,0% kandungan padatan total untuk susu skim dan 13% untuk susu murni, hingga 45 - 52% total padatan. Hal ini dicapai dengan merebus susu di bawah 72 °C dan menghilangkan air sebagai uap. Uap ini dapat didaur ulang lagi. Langkah selanjutnya adalah pengeringan semprot, yang melibatkan atomisasi konsentrat susu dari evaporator menjadi tetesan halus. Hal ini dilakukan di ruang pengeringan besar dengan fasilitas untuk aliran udara panas. Tetesan susu kemudian didinginkan dengan penguapan, meninggalkan bubuk halus dengan kadar air sekitar 6% dengan ukuran partikel rata-rata biasanya <0,1 mm diameter. Pengeringan akhir atau “sekunder” terjadi di lapisan fluida atau dalam serangkaian lapisan seperti itu, di mana udara panas ditiup melalui lapisan bubuk terfluidisasi yang menghilangkan air ke titik kadar air antara 2 - 4%. Tahap terakhir adalah pengemasan. Susu bubuk jauh lebih stabil daripada susu segar, tetapi perlindungan dari kelembaban, oksigen, cahaya, dan panas diperlukan untuk menjaga kualitas dan umur simpannya. Susu bubuk dikemas ke dalam kantong multi-dinding berlapis plastik atau tempat sampah curah.
